My Words in My World

Just another Wordpress.com weblog

hari ini aku marah, seperti biasanya, karena hal yang tidak terlalu besar atu sepele bagi orang lain namun tidak bagiku.adalah hal berat bagiku menahan amarah. tak heran jika Allah menyediakan pahala tak bertepi atas kesabaran kita.lebih jauh lagi, bahkan kesabaran adalah perintah-Nya

"Maka, bersabarlah Kamu dengan sabar yang baik."
(QS. Al Ma'arij : 5)

Sungguh aku merasa belum dewasa dalam menjalani hidup ini padahal cobaan yang Allah berikan padaku sungguh tak seberapa dibandingkan orang lain, apalagi pada orang-orang sholeh. Sepertinya aku perlu menambah doaku agar Allah memberikan kesabran yang baik seperti yang dikatakan Al-Ustadz Asy-Syahid Sayyid Quthb, dalam Tafsir Fi
Zhilalil Qur'an:Di Bawah Naungan Al-Qur'an,
menafsirkan ayat Allah QS. Al Ma'arij:5 dengan bahasa
yang indah.

"Kesabaran yang baik"
adalah kesabaran yang menenangkan, yang tidak disertai
oleh kemarahan, kegoncangan, dan keraguan terhadap
kebenaran janji Allah.
Adalah kesabaran orang yang percaya pada akibat yang
akan terjadi, yang Ridho pada kadar Allah, yang
merasakan hikmah di balik ujian-Nya, selalu
berhubungan dengan-NYa, dan mengharapkan pahala dari
sisi-Nya pada setiap apa yang menimpa dirinya.

April 18, 2006 Posted by | Uncategorized | 3 Komentar

di sini ada setan

Pengalaman mendebarkan. Ceritanya begini….

Selasa, 11 April 2006 jam 7 malam aku berniat menjemur baju yang kucuci tadi pagi. Kamarku di lantai 2 dan aku menjemur di lantai 4. Saat aku menaiki tangga dari lantai tiga ke lantai 4 di anak tangga ke 2, aku melihat di lantai  4 ada seorang temen kosku yang sedang digotong oleh dua orang teman kosku yang lain. Yang digotong ternyata bernama nisa, yang mnggotong mba rini dan satu orang lagi aku belum tahu namanya. Ternyata Nisa pingsan. Kutunda sebentar acara menjemurku. Aku berusaha memencet jari-jari Nisa dan memberikan bau-bauan berupa parfum Ovale Body Mist. Mba Rini berbicara di kuping Nisa,”Sa, bangun Sa..Ini Mba Rini.” Kami berdua berharap  Nisa akan segera bangun. Tak ketinggalan Temanku yang satunya lagi yang sibuk mencari balsem dan minyak kayu putih. Selama kurang lebih lima menit, Nisa tak juga bangun. Akhirnya aku memutuskan untuk menjemur bajuku terlebih dahulu. Seusai kegiatan menjemur baju selesai, aku embali ke kamar dimana Nisa tergeletak sambil membawa sandalnya yang tertinggal di tempat jemuran. Kupencet-pencet lagi jari Nisa. Tak ada reaksi. “Coba ambil splash cologne Pucelle, Mba. Sepertinya itu baunya cukup menyengat.” Pinta Mba Rini padaku. Segera kuambilkan yang Mba Rini minta di rak kamrnya. Mba Rini meletakkannya tepat di depan lubang hidung Nisa. D Nisa masih juga diam tak bergerak.  Ditepo-tepoknya pipi kanan dan kiri Nisa, sambil terus mengucpkan “Sa..bangun Sa.. Ini Mba Rini.” Belum ada reaksi. Temanku yang satunya juga mengoleskan balsem dan minyak kayu putih ke tangan dan kaki Nisa. Namun semuanya tetap sama.. “Tadi ceritanya gimana Mba?” Tanyaku.”Tadi kita berdua lagi ngobrol di tempat jemuran, terus Nisa dapat telpon dari cowoknya. Kayaknya sih.. kagi ada masalah. Lalu tiba-tiba saja Nisa pingsan.”Jawab temanku yang aku belum tahu namanya itu. “Mungkin diputus kali ya Mba, sampe shock. Emangnya dia punya tekanan darah rendah ga?”tanyaku lagi.”Kayaknya sih enggak, tapi ini sudah beberapa kali kejadian.”
“Apa mungkin kesurupan ya Mba..”kataku.”Ah, enggak..” Jawab Mba Rini tak mau menerima diagnosaku. Mba Rini menutup lubang hidung Nisa dan membuka secara paksa kedua bola matanya. Nisa terkejut.  Bola matanya berputar melihat kearahku yang sedang komat-kamit membaca surat AlFatihah dan Ayat Kursi. Nisa mengelepar memberontak  dan terlepas pelukan Mba Rini. Aku terus saja komat-kamit, membaca sebisaku. Mba yang aku tidak tahu namanya sibuk menghubungi cowoknya yang tadi ngobrol sama Nisa sebelum Nisa pingsan. Tiba-tiba saja Mbak itu keluar kamar dan turun ke bawah dan kembali ke atas dengan disertai seorang cowok dan diikuti oleh Mba Indra anak Ibuy kos, Titi keponakannya dan ainab, pembantu Ibu kos. Aku cukup shock karena saat itu aku tidak berjilbab rapi meskipun mengenakan jilbab kaos. Sang cowok memegang tangan Nisa dan meniup kupingnya. Nisa bergerak, tapi belum juga sadar. Saat mulutku masih terus komat-kamit membaca Ayat Kursi, tiba tiba Nisa berteriak melihat ke arahku “Kamu diaaaam!” Kedua tangannya seakan ingin mencakar dan mencengkeramku. Aku benr-benar kaget sekaligus takut. Belum pernah aku dibentak seperti ini. Badanku gemetar. Adrenalinku naik drastis. Aku melihat ada sesuatu yang aneh pada diri Nisa meskipun aku tak mengenalnya sebelum ini. Aku balas membentaknya. “Keluar kamu. Kalau tidak, aku akan menyembelihmu.” Tanganku bergerak seakan menggorok leher Nisa sambil terus membaca ayat-ayat suci Al Qur’an. Badan Nisa gemetar, basah oleh keringat. Dia meraung-raung. Matanya membelalak. “ Pegangi ya Mba, jangan sampai lepas. Aku benar-benar takut, khawatir. Semuanya kupasrahkan pada Allah. Aku merasa aku dalam bahaya. Aku hanya berharap Allah akan menolongku. Mulutku tak henti-hentinya membaca apa saja bagian dari ayat suci Al –Qur’an yang kuingat dalam keadaan tertekan seperti ini. “Tolong ambilkan Al-Qur’an Mba>” Pintaku. Setelah Mba yang aku tahu membawakan Al-Qur’an untukku, denagn terburu-buru aku membuka daftar isinya, mencari Surat Al Jin, berharap Sang Jin yang merasukinya akan sadar pada hakikatnya bahwa Dia adalah makhluk Allah yang berbeda dimensi dengan manusia. Aku benar-benar berharap ia segera keluar daroi tubuh Nisa karena ia sama seali tidak berhak atasnya. Dalam keadaan tidak berwudhu  dan pakaian seadanya kubaca keras-keras Surat Al  Jin. Nisa hanya diam. Matanya masih membelalak. Kemudian dia  meraung seperti kepanasan. Surat Al Jin selesai, kulanjutkan dengan beberapa surat berikutnya hingga selesai Surat Al Muzammil. Tiba-tiba ada akwat berjilbab di sampingku. Yanti, rupanya. Nisa menangis. Setelah keadaannya agak tenang, kuhentikan tilawahku. Kubimbing dia untuk beristighfar dan bersyahadat. Nisa mampu mengikutinya. Keringat dan air mata membasahi wajahnya. Nisa menangis.” Nisa pingin pulang Mba..” Rengeknya di pelukan Mba Rini. Aku tak tahu apakah Sang Jin sudah keluar atau belum. Aku pamit dan berlalu ke kamarku bersama Yanti. Yanti menutup kedua matanya saat aku menceritakan kejadian sebenarnya. Setelah kejadian itu, aku terus menerus berdoa memohon perlindungan Allah dari kejahatan semua makhluknya, terutama saat aku hendak ke toile. Malamnya, entah jam berapa ada yang mengetuk pintu kamarku dengan keras. Aku berada dalam keadaan antara sadar dan tidak sadar. Aku terbangun. Suasana hening. Sepertinya tak ada teman kos yang mengetuk pintu kamarku. Jangan-jangan….?!Hi… horor. Ya Allah please protect me.

April 18, 2006 Posted by | Uncategorized | 5 Komentar

apa ya…

Dari dulu pingin punya blog, tapi setelah punya malah bingung mau nulis apa.bukannya tak ada bahan tapi..males aja sich intinya.oia, tadi adikku yang gede telpon, katanya adik kecilku(kelas 3 smp) lagi sakit ampe muntah-muntah.aku disuruh telp ke rumah.bisa jadi sakit karena kangen sama mbakyu satu-satunya ini.semoga nanti setelah aku telpon keadaannya jadi lebih baik. hanya doa yang bisa kuhaturkan buat yin, bapak, mama, dan nashir. i luv u….Terimakasih 4JJI, telah Engkau karuniai aku keluarga yang sangat menyayangiku. Semoga 4JJI mengumpulkan kita di surga-Nya kelak.

April 7, 2006 Posted by | Uncategorized | 2 Komentar

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

April 7, 2006 Posted by | Uncategorized | 2 Komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.